Anak Susah Gemuk? Ini 5 Cara Membuat Anak Gemuk

Pada awal usia balita, gigi sudah mulai tumbuh sampai pada usia 2,5 tahun, sehingga anak dapat mengunyah makanan lebih baik lagi. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, dalam penyajian makanan perlu dilakukan pemilihan makanan yang bertekstur lembut, potongannya kecil, bentuk menarik dan bervariasi. Jika terus dipaksa, anak bisa muntah dan menolak untuk makan. Hobi makan makanan yang tidak sehat perlu segera dibenahi agar terhindari dari penyakit seperti diabetes. Dengan gaya makan yang sehat di rumah, mereka pun akan terbiasa untuk makan makanan yang sehat di luar rumah dan ini akan menjadi kebiasaaan hingga dewasa.

Masalah sulit makan pada anak tidak boleh disepelekan oleh orang tua, karena dampaknya yang cukup serius, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Tiap ibu bisa memilih langkah apa yang sekiranya sesuai dengan karakter anak, supaya bisa melakukan pendekatan. Dengan ketelatenan dan kesabaran, insya Allah kesulitan makan pada anak dapat diatasi. Tanda-tanda anak sulit makan, biasanya mudah dikenali oleh ibu, karena ibu biasanya mengetahui kebiasaan makan anak sehari-hari.

Sayuran dan buah-buahan menyediakan vitamin penting seperti vitamin C dan asam folat. Supaya hal ini tidak terjadi, sebaiknya ibu perlu lakukan beberapa trik. Dengan cara ini anak-anak lebih tertarik untuk mengonsumsi sayur dan buah. Misalnya campurkan wortel dan brokoli pada perkedel, telur dadar atau makanan lain yang anak-anak suka.

Cara agar anak mau makan

Namun, sebelum anak bisa, orang tua juga harus bisa terlebih dahulu. Orang tua yang terobsesi dengan makanan biasanya tidak bisa mengenali lapar kenyangsehingga tubuhnya menggemuk. Selain pada tubuh, obsesi pada makanan itu juga akan memengaruhi anaknya menjadi choosy eater atau obesitas. Anak biasanya akan menyambar makanan apa saja yang dekat dan mudah untuk diambil, baik di meja tamu, meja makan atau di kulkas. Jika yang tersedia kue kering atau permen, mereka akan memakannya. Jika tidak ada kue dan permen, maka buah segar pun akan dilahapnya.

Orang tua harus menyertakan buah dan sayur sejak anak mengenal makanan pendamping air susu ibu atau MPASI. Di fase ini memang kebutuhan utama anak adalah protein dan lemak untuk membentuk otot dan otak. “Protein memang didahulukan, tapi mulailah memperkenalkan serat,” kata Frieda dalam acara “Pentingnya Pemenuhan Asupan Serat Sejak Dini” di Jakarta, Selasa, 3 September 2019. Mengajak serta anak saat mempersiapkan buah dan sayur juga bisa dilakukan supaya anak lebih tertarik untuk mencoba memakan buah. Ajak anak untuk mengupas buah atau mencuci sayur, hal ini bermanfaat untuk mengajari anak dalam menyiapkan buah dan sayur yang akan ia konsumsi.

Anak yang berada di bawah usia lima tahun juga disarankan tidak menggunakan masker dengan alasan keselamatan. Akan tetapi, anak perlu dipastikan tetap menjalani protokol kesahatan lainnya. Aktivitas membaca sejak dini memberikan manfaat yang besar untuk perkembangan otak bayi.

Smoothies bisa dibuat dengan mencampur pisang, jus apel, wortel dengan yogurt atau susu dan es yang diblender jadi satu. The Centers for Disease Control and Prevention menyatakan bahwa setengah cangkir wortel cukup untuk memenuhi asupan sayuran dalam sekali makan. Sudah menjadi rahasia umum, anak-anak akan meniru apa yang orang tua kerjakan.

Jangan sampai gugup, hal tersebut bisa saja cuma sementara. Tetapi dapat jadi masalah, jikalau ibu salah menanggapinya. Ketika anak menolak hari ini, sehingga bukan berarti ia tak bakal menyukai selamanya. Seandainya anak menolak minum susu, sebaiknya ibu memberikan asupan gizi yg mengandung susu, seperti yogurt atau keju. Atau seandainya anak menolak sayur, seimbangkan asupan nutrisi dari buah-buahan buat sementara yang bakal menjadi alternatif obat penambah nafsu makan.

Jangan pernah mengajak anak makan sambil digendong dan diajak jalan-jalan. Seringnya apabila anak susah makan, maka ibu langsung saja menggendongnya dengan alasan agar mau makan. Bayangkan saja, bila tiap anak makan maka si ibu harus lari kesana-kemari membawa piring di pinggir jalan sambil terus membujuk biar anaknya mau makan. “Anak-anak berusia antara empat dan enam tahun harus makan sekitar 200 gram sayur dan 200 gram buah”, jelas Antje Dahl dari lembaga pangan Jerman . Argumen, bahwa sayur itu sehat tidak cukup bagi anak berumur empat tahun. Mereka tetap lebih memilih makanan berpengawet atau cemilan manis.