7 Cara Mempertahankan Bisnis Di Tengah Krisis Corona

“Globalisasi dan interaksi antarbelahan dunia tidak serta merta meningkatkan kesamaan pandangan dan kebersamaan. Yang harus kita waspadai adalah meningkatnya rivalitas dan kompetisi, termasuk rivalitas antarpandangan, rivalitas antarnilai-nilai, dan rivalitas antarideologi,” ujarnya. Pengambilan sampel untuk tes ini dilakukan dengan cara usap nasofaring, yakni mengumpulkan cairan atau sampel dari bagian belakang hidung. Menurut Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional ini, perubahan bisnis ini dimaksudkan agar Telkom tidak terjebak hanya di bisnis telekomunikasi saja.

Belajar pengetahuan, belajar bagaimana menghadapi situasi yang berbeda, belajar memperbaiki diri, belajar untuk bangkit, dan akhirnya belajar kapan saja dan dengan siapa saja. Bagaimana peserta didik membuat jadwal dengan kegiatannya misalnya bagaimana mengatur waktu beribadah agar tepat waktu dan disiplin dalam belajar serta menyelesaiakan tugas – tugas yang lain. Dimasa Pandemi Covid 19 ini ada pola pembelajaran yang berbeda seperti pada hari biasanya. Maka dari itu sebagai peserta didik sangatlah penting untuk memahami manajemen waktu dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari hari.

Para pelaku bisnis mengoptimalkan pemasaran on-line dan digital branding sebagai sarana komunikasi dengan goal konsumennya. Mahasiswa dapat memanfaatkan media sosial untuk membuat gerakan bersama mahasiswa satu Universitas atau seluruh Indonesia. Mahasiswa dapat mengajak masyarakat melalui media online untuk mematuhi protokol kesehatan dan menjaga jarak fisik serta dapat menggalang donasi yang ditujukan kepada yang membutuhkan ditengah pandemi. Sejak diumumkannya kasus pertama Covid-19 di Indonesia pada tanggal 2Maret 2020 jumlah kasus terus meningkat setiap harlnya.

Memanfaatkan keadaan Covid

Semua sedang menyusun dan terus memperbaiki mekanisme kerja secara on-line bagi kebutuhan mereka. Berbagai aplikasi mulai dibuat untuk berbagai kebutuhan, baik dalam rangka menghadapi Covid-19 maupun kebutuhan lainnya. Perlindungan information pribadi yang lemah di Indonesia tetap menjadi persoalan dibalik percepatan pemanfaatan fasilitas online ini. RUU (Rancangan Undang-Undang) yang sedang disusun harus segera disahkan sebelum persoalan lain muncul sehubungan perlindungan information pribadi masyarakat.

Pasal 2 ayat UU Pemberantasan Tipikor mengatur ancaman hukuman dan pemberatan pidana bagi pelaku yang melakukan tindak pidana korupsi terhadap dana-dana yang diperuntukan antara lain untuk penanggulangan keadaan bahaya, bencana alam nasional dan lain sebagainya,” terangnya. Dukungan alokasi anggaran untuk penanganan virus corona juga datang dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Tito mengatakan bahwa pemerintah daerah bisa mengubah anggaran pendapatan dan belanja daerah , dialihkan sebagian untuk menanggulangi virus Corona Covid-19. Revisi APBD tersebut untuk meningkatkan pelayanan rumah sakit di daerah agar memenuhi standar penanganan virus corona. Penyebaran virus covid-19 menjadi penyebab angka kematian yang paling tinggi di berbagai negara dunia saat ini. Hal ini menjadi permasalahan yang harus dihadapi oleh dunia saat ini, untuk melakukan berbagai kebijakan termasuk di negara Indonesia sendiri.