Teknik Agar Anak Mau Makan Sayur

Serunya bercocok tanam bisa menumbuhkan rasa penasaran anak menunggu hasil panen, sehingga saat sayur siap dipetik mereka sudah tak sabar untuk segera menikmati. Terkait dengan trik membuat si kecil mau makan sayur saat sahur atau berbuka puasa, Prof Aryono mengatakan, ada dua cara yang bisa dicoba para orangtua. Lantas, apa yang harus diberikan pada bayi saar asupan pertama mereka agar mereka bisa terbiasa dengan rasa sayur dan buah? Farah Quinn menyarankan untuk memberikan sayuran yang tidak manis, seperti buncis. Dari sini persepsi anak akan mulai berubah bahwa rupanya buah-buahan tidak ’semengerikan’ yang dia bayangkan selama ini.

Menjelajahi cita rasa sayuran seutuhnya seperti ini akan membantunya lebih menikmati makan sayur. Sebagai langkah lanjutan, Moms juga bisa mengenalkan berbagai tekstur sayuran yang berbeda, seperti mentah, direbus, atau dipanggang. Kamu pasti sudah tidak asing dengan istilah tak kenal maka tak sayang, bukan?

Sabar dan berikan waktu bagi anak agar terbiasa mengonsumsi serat. Anak harus terus-menerus disajikan sayur saat makan, “walau reaksi bayi tidak langsung positif.” Penting untuk sabar, khususnya jika anak berusia antara 18 bulan dan dua tahun. Di usia ini, biasanya anak menolak semua makanan, bahkan yang sudah ia kenal sebelumnya. “Pada dasarnya balita senang menentukan untuk dirinya sendiri. Jadi Anda bisa memintanya memilih, misalnya sup dengan brokoli, jagung, atau wortel,” kata Anna. Namun, jangan menyerah jika ia menolak semua pilihan ya, Moms.

Setiap orang pasti merasa kesal ketika anaknya susah makan sayur. Tidak jarang hal ini membuat para orangtua akhirnya menggunakan berbagai macam jalan pintas agar anaknya mau makan sayur. Seperti, mengancam anak tidak boleh bermain atau menyogok anak dengan permen, uang, maupun mainan yang mereka sukai.

Melansir dari Psychology Today via Kompas.com, orangtua bisa perlahan-lahan mengenalkan lidah anak dengan sayur. Grid.ID – Mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi penting seperti sayur-sayuran penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Menurut Michelle Loy, seorang ahli gizi di Amerika Serikat, anak-anak akan lebih tertarik untuk memakan apa yang telah ia masak sendiri, termasuk sayuran. Ini karena anak mengetahui bagaimana proses sayuran itu dimasak, dari masih mentah hingga menjadi sebuah hidangan.

Namun baru-baru ini ilmuwan mengungkap, kandungan zat besi pada Horenso lebih sedikit dari yang diyakini. Hanya four,1 miligram zat besi terkandung dalam a hundred gram Horenso. Bukan hasil yang buruk, kendati juga bukan sumber zat besi terbaik.

Cara agar anak mau makan sayur

Namun ingat, jangan memberikan anak makanan yang tidak sehat sebagai hadiah karena sudah mau makan sayur. Jika saat ini Si Kecil tidak mau makan sayur tertentu, belum tentu ia akan seterusnya tidak menyukai sayur tersebut, lho, Bun. Seperti kreasi makanan sehat berdekorasi ala Que Phuong Tran ini misalnya.

Bunda masih bisa tetap menawarkannya berbagai macam sayuran, dengan tetap memberinya kesempatan untuk makan sayur yang ia sukai. Mama dan keluarga harus terlebih dahulu menyukai buah dan sayur. Ketika makan bersama, Mama bisa memakan sayur di depan anak agar melihat bahwa orangtuanya menyukai dan memakan sayur. Kahkonen mengatakan, orang tua bisa mengajarkan makan sayuran waktu makan malam. Ini memberi orang tua kesempatan harian untuk menyajikan sayuran dalam beberapa bentuk, dari hidangan utama hingga lauk dan salad. Dr. dr. Saptawati Bardosono MSc, mengatakan, sebaiknya ibu bisa lebih sabar dalam memberi pengertian ketika sang anak menolak saat diberi makanan yang mengandung sayur dan buah.